Dua Kali Ruqyah Jembatan I Barelang, Alhamdulillah Beberapa Kali Aksi Nekat Selalu Selamat atau Digagalkan Petugas

Prosesi ruqyah kedua Jembatan I Barelang Batam Jumat 21 November 2025

Dua Kali Ruqyah Jembatan I Barelang, Alhamdulillah Beberapa Kali Aksi Nekat Selalu Selamat atau Digagalkan Petugas

Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia Ruqyah Batam 25 August 2026

Percaya atau tidak fenomena ganjil sekaligus melegakan menyelimuti kawasan ikonik Jembatan I Barelang, Batam, Kepulauan Riau.

Sejak prosesi ruqyah dilakukan oleh Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Abidzar Rizqi Marzaqah Al Hana pada Jumat, 21 November 2025, angka kematian akibat aksi nekat terjun ke laut di Jembatan I anjlok drastis. 

Korban yang mencoba mengakhiri hidupnya di titik ini berhasil diselamatkan. Ustaz Candra P. Pusponegoro mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan besar ini. 

Ia meyakini bahwa perlindungan tersebut merupakan kebesaran Allah dari munajat doa keselamatan yang dipanjatkan dalam dua kali ruqyah.

Menurutnya ruqyah bukan berarti untuk bikin jembatan itu aman dari orang yang nekat melompat (bundir). Namun ruqyah adalah bagian dari munajat atau doa keselamatan.

“Alhamdulillah, setelah rukyah kedua pada November 2025 lalu, barokah doa sangat terasa. Jika ada percobaan bundir di lokasi Jembatan I Barelang, aksinya selalu gagal. Baik digagalkan petugas maupun diselamatkan malaikat utusan Allah saat berada di laut. Itulah khasiat doa dan rukqah yang dikabulkan Allah untuk kawasan ini,” ujar Ustaz Candra P. Pusponegoro, dalam siaran pers, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan data kejadian sepanjang periode November 2025 hingga Agustus 2026, memang peta insiden depresi ini mengalami pergeseran unik.

Aksi yang memakan korban jiwa kini justru bergeser ke area Jembatan III dan Jembatan V Barelang, sementara aksi di Jembatan I berakhir dengan keselamatan korban.

Insiden Fatal (Jembatan III & V)

18 Februari 2026 (Jembatan III): Setia Budi (24), pria asal Batam, nekat terjun akibat perselisihan asmara. Jasadnya ditemukan tiga hari kemudian (21/2/2026) sejauh 0,5 mil laut dari titik lokasi.Panduan & Petunjuk Perjalanan

23 Maret 2026 (Jembatan V): Nusyirwan (35) terjun dari atas jembatan pukul 10.00 WIB. Korban ditemukan meninggal dunia dua hari setelahnya (25/3/2026) sejauh 0,36 mil arah barat. Motif aksi ini masih diselidiki pihak kepolisian.

Insiden Berhasil Selamat (Jembatan I)

26 Maret 2026: Aksi nekat C (21), gadis asal Bengkong, berhasil digagalkan personel Ditpam Pos Jembatan I setelah mendapatkan informasi dari seorang driver Gojek yang mendengar pembicaraan telpon korban.

30 Maret 2026: Video viral memperlihatkan petugas Ditpam Jembatan I berhasil menyergap seorang ibu yang hendak melompat pada siang hari di lokasi.

31 Maret 2026: Mario Sarlando Hutagalung (27) melompat ke laut pukul 19.00 WIB. Korban berhasil ditemukan selamat di area pantai Harris Resort beberapa jam kemudian setelah terjun.

25 Agustus 2026: Natalia boru Butar Butar (20), karyawati PT. Sumitomo asal Telaga Punggur, nekat melompat pada pukul 03.30 WIB. Tim SAR Batam berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat pada pukul 08.28 WIB di koordinat 0°58’55.16"N 104°2’29.74″E.

Keberhasilan penyelematan yang beruntun di Jembatan I ini menjadi sorotan masyarakat Batam.

Kombinasi antara kesiapsiagaan petugas Ditpam, Tim SAR, dan kepedulian warga sekitar terbukti efektif menekan angka kecelakaan maut di landmark Kota Batam tersebut.

Nasihat Ulama Dunia 

Para ulama di dunia sepakat bahwa tidak ada tempat, rumah, gudang, jembatan, gudang, kendaraan atau benda-benda memiliki “ENERGI GAIB” tertentu.

Apalagi meyakini ENERGI GAIB bekerja secara mandiri sebagaimana konsep energi dalam kepercayaan non-Islam atau mistik. Jika Anda memiliki keyakinan seperti itu maka jatuhnya syirik. 

Tapi jangan salah, Islam mengakui adanya pengaruh spiritual pada suatu tempat bukan karena “energi benda” itu, tetapi karena beberapa hal.

Kebiasaan Amalan Manusia 

Suatu tempat bisa menjadi diberkahi (penuh kebaikan) atau tercemar (banyak keburukan) karena kebiasaan aktivitas manusia di lokasi tersebut. 

Sedangkan tempat yang diberkahi (mubarak) karena banyak aktivitas ibadah, sering dibacakan Al Qur’an, penuh zikir, atau amalan salih lainnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Artinya: 

“Jangan jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surah Al Baqarah” (HR. Muslim No. 780)

Hadis ini menjadi dalil kuat tentang ruqyah rumah dan pentingnya menghidupkan rumah dengan bacaan Al Qur’an.

Jadi, yang membuat rumah aman, nyaman dan tenteram karena kebiasaan amalan-amalan orang yang mengunjungi lokasi, bukan disebabkan energi benda-benda itu.

Adapun tempat yang dipenuhi maksiat seperti kesyirikan, khurafat, maksiat terbuka (pacaran), bermesraan (zina), kezaliman, atau peristiwa yang menimbulkan keputusasaan (bunuh diri) jadi sarang jin dan setan. 

Waktu dilakukan ruqyah akbar Jumat (21/11/2025) pagi di Jembatan I Barelang Batam itu, saat melintasi trotoar, tim Ruqyah on The Street (RoS) menemukan botol-botol bekas minuman keras (khamr).

Kemudian pada musim akhir pekan atau liburan, sebagian muda-mudi duduk nongkrong di sepanjang trotoar jembatan. Aktivitasnya ada yang berpacaran, peluk-pelukan, sayang-sayangan dan kadang-kadang cium-ciuman atau raba-rabaan di lokasi. 

Sangat yakin, tempat yang sering dilakukan maksiat cenderung didatangi jin atau setan—bukan karena energi benda—tetapi karena lingkungan maksiat adalah tempat favorit jin dan setan.

Pengaruh Jin/Setan Terhadap Tempat

Jin bisa tinggal, lewat, atau berkumpul di tempat tertentu terutama tempat yang kotor, kosong, lembap, gelap, dan penuh maksiat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya:

“Sesungguhnya tempat-tempat kotor (najis) itu didatangi dan dihuni oleh jin. Maka apabila salah seorang di antara kalian masuk ke kamar mandi, hendaklah ia membaca: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan” (HR. Abu Dawud No. 6, At Tirmidzi No. 606, dan Ibnu Majah No. 297)

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا

Artinya:

“Barangsiapa meminum khamar (minuman memabukkan), maka tidak akan diterima salatnya selama empat puluh hari” (HR. An Nasa’i No. 5669 dan At Tirmidzi No. 1862).

Para ulama menjelaskan tempat yang biasa untuk minum (pesta) khamar (memabukkan) adalah tempat berkumpulnya para jin dan setan, karena khamr adalah “ummul khaba’its” yang artinya INDUK DARI SEGALA KEMAKSIATAN. 

Jembatan merupakan tempat publik, apalagi jadi ikon wisata ternama di Batam dan kondisinya sering kosong pada dini hari.

Jembatan di atas lautan dan berdekatan dengan hutan-hutan. Ditambah sering dijadikan tempat orang putus asa, niat bunuh diri, dan bahkan mati di lokasi.

Secara syari tempat yang seperti ini masuk kategori tempat yang rawan gangguan jin. Di mana jembatan menjadi lokasi tragedi sehingga jin “mengikat” trauma manusia. 

Ulama menyebut ruqyah jembatan termasuk, ruqyah al makan (ruqyah tempat). Hukumnya mubah (boleh) dan sangat dianjurkan bila sering terjadi tragedi kemanusiaan. 

Alasan lain, bisa jadi karena lokasi jembatan yang sangat indah menimbulkan ketakjuban setiap mata yang memandang. Pandangan ketakjuban tanpa disertai doa dan zikir akan menimbulkan kecelakaaan pada yang dipandangnya. Hal ini yang disebut dengan al ‘ain (pandangan mata).

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ، أَوْ مِنْ نَفْسِهِ، أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَارِكْهُ، فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Artinya:

“Apabila salah seorang dari kalian takjub melihat sesuatu kepada saudaranya atau dirinya sendiri atau hartanya, maka doakanlah keberkahan atasnya, karena al ‘ain itu benar-benar nyata adanya” (HR. Ahmad No. 24/466, sahih kitab silsilah ash shahihah No. 2572).

Syaikh Al ‘Allamah bin Jibrin berkata sebagaimana al ‘ain bisa menimpa hewan, maka al ‘ain juga bisa mengenai tempat, rumah, pohon, barang, mobil, jalan, jembatan, dan semisalnya. 

Keterangan Syaikh Al ‘Allamah bin Jibrin dinukil dari Al-Fatawa Adz-Dzahabiyyah Fir Ruqo Asy-Syar’iyyah atau Fatwa-fatwa Ulama Besar tentang Ruqyah Syariah karya Syaikh Abdul Al Aziz ibn Baz, Muhammad Ibnu al Utsaimin, dan Abdul al Rahman al Jibrin hal. 111).

Ruqyah akbar Jembatan I Barelang Batam Jumat (21/11/2025) adalah perang spiritual dan terbuka secara nyata kepada setan dan jin sebagaimana Al Qur‘an menyuruh kepada kita. 

اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْ

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka Sa‘ir yang menyala-nyala” (QS. Fathir: 6)

Singgasana Iblis di Atas Air 

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ :إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ، فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً. يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا زِلْتُ بِفُلَانٍ حَتَّى فَعَلَ كَذَا وَكَذَا. فَيَقُولُ: مَا صَنَعْتَ شَيْئًا. قَالَ : ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ. قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ، وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ

Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air. Lalu ia mengutus pasukan-pasukannya. Yang paling dekat kedudukannya di sisi Iblis adalah yang paling besar fitnahnya. Salah seorang dari mereka datang dan berkata: ‘Aku terus menggoda si fulan sampai ia melakukan ini dan itu.’ Iblis berkata: ‘Engkau belum melakukan apa-apa.’ Kemudian datang yang lain (setan) dan berkata: ‘Aku tidak meninggalkannya sampai aku berhasil memisahkan dia dengan istrinya.’ Maka Iblis mendekatkan dia dan berkata: ‘Engkaulah yang paling hebat’” (HR. Muslim No. 2813).

Fitnah terbesar Iblis bukan sekadar membuat manusia marah, malas, atau meninggalkan ibadah. Rasulullah ﷺ menjelaskan setan yang paling dipuji Iblis adalah yang mampu memisahkan manusia dari orang yang paling dicintainya.

Jika merusak hubungan suami–istri saja diberi gelar “YANG TERBAIK”, maka apa lagi godaan untuk memisahkan manusia dari hidupnya (bunuh diri). Tentu saja hal ini termasuk fitnah besar yang menjadi prestasi tinggi pasukan-pasukan iblis.

Posisi jembatan yang tinggi, angin kencang, di bawahnya air laut gelap tak berkedap—semua menjadi titik konsentrasi setan dan jin yang mengintai manusia yang imannya sedang rapuh.

Bisikan gelap itu selalu sama:

“LONCAT SAJA…”
“HIDUPMU SUDAH SELESAI…”
“TIDAK ADA YANG PEDULI LAGI…”
“TENANG… HABIS INI SEMUA AKAN BERAKHIR…”
“TAK BERGUNA HIDUPMU… SUDAH TERLALU BANYAK DOSA, TAK AKAN DITERIMA TOBATMU…”

Bisikan-bisikan seperti itu bukanlah suara akal sehat. Bukan suara fitrah. Dan bukan suara jiwa. Itu adalah bisikan iblis yang mengincar titik rawan manusia. 

Inilah mengapa ruqyah di tempat-tempat seperti ini bukan sekadar simbolik, tetapi upaya membuka mata umat bahwa:

💧 Bisikan gelap itu nyata
💧 Ia bekerja dari balik tempat-tempat yang tampak indah
💧 Dan ia menargetkan manusia yang sedang sendirian, sedih, rapuh dan terbelah hatinya

Ruqyah Jembatan I Barelang dengan 5.000 liter air ruqyah bukanlah aksi mencari sensasi. Tujuannya upaya menyeterilkan area yang menjadi titik rawan fitnah dan perang spiritual. 

Hal itu sebagaimana para ulama terdahulu melakukan ruqyah rumah, lembah, dan tempat-tempat sunyi. Ini adalah seruan peringatan bahwa:

💧 Iblis memang menempatkan singgasananya di atas air
💧 Ia mengirim pasukan yang menjalankan misinya di tempat-tempat seperti ini
💧 Dan tugas syariat adalah melawan, menutup pintu fitnah, bukan membiarkannya liar

Pelajaran Besar untuk Kita Semua

💧 Iblis bekerja sistematis, punya pasukan, punya target, dan punya operasi
💧 Air dan tempat tinggi sering menjadi lokasi gangguan karena sesuai strategi iblis
💧 Bisikan bunuh diri bukan gangguan kecil, tapi serangan keras dari pasukan-pasukan iblis

Ruqyah akbar di jembatan adalah upaya menyeterilkan area yang menjadi titik rawan fitnah. Hal ini sebagaimana para ulama terdahulu melakukan ruqyah rumah, lembah, dan tempat-tempat sunyi.

  • Ruqyah Batam
Next article: Cara Cepat Menghilangkan Susuk dengan Ruqyah dan Bekam Gores 0,9 Milimeter Next

Related Articles

Cara Cepat Menghilangkan Susuk dengan Ruqyah dan Bekam Gores 0,9 Milimeter

Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia 27 June 2026

Nafsu Birahi Hilang Bisa Jadi Tanda Gangguan Medis dan Nonmedis, Begini Cara Alamiah Mengobatinya

Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia 22 June 2026

Mudah Tersinggung, Gampang Marah dan Tantrum Gangguan Medis dan Nomedis Bisa Dibekam dan Diruqyah

Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia 21 June 2026

Copyright ©2026 Ruqyah Batam Bengkel Manusia Indonesia


main version